Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., saat menyambut kedatangan Tim Evaluasi Lomba Posyandu 6 Bidang SPM Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Posyandu Melati, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat.(labuhanbaturaya.com/ist).
RANTAUPRAPAT, labuhanbaturaya.com– Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berkomitmen penuh meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., saat menyambut kedatangan Tim Evaluasi Lomba Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Posyandu Melati, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Selasa (22/9/2026).
Dalam sambutannya, Wabup, menyampaikan ucapan selamat datang yang setinggi-tingginya kepada tim evaluator. Kehadiran tim dari provinsi dinilai sangat strategis, bukan sekadar sebagai ajang perlombaan semata, melainkan menjadi momentum emas untuk mendapatkan pembinaan, masukan, dan penguatan dalam pelaksanaan Posyandu di Labuhanbatu.
“Kami memandang kehadiran bapak/ibu tim evaluasi sebagai sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi kami. Lebih dari sekadar menang atau kalah, kami ingin memastikan bahwa Posyandu di Labuhanbatu benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Jamri.
Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa saat ini Posyandu sedang mengalami transformasi fundamental sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Posyandu kini didorong untuk menjadi wadah partisipasi masyarakat yang lebih kuat dalam mendukung pelayanan dasar pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), serta Sosial.
“Ini adalah perubahan besar. Posyandu tidak boleh lagi dilihat hanya sebagai kegiatan rutin para kader. Kedepan, Posyandu harus menjadi bagian integral dari gerakan pembangunan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.
Menyadari kompleksitas cakupan pelayanan yang semakin luas, Wabup Labuhanbatu menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Posyandu tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PUPR, Perkim, Dinas Sosial, Satpol PP, BPBD, serta perangkat daerah lainnya.
“Untuk mewujudkan transformasi ini, kita tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri. Seluruh instansi harus mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing. Begitu juga dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Semua harus bergerak dalam satu tujuan: menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” jelas Wabup.
Dalam konteks perlombaan, Wabup berharap Posyandu di Labuhanbatu tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi mampu melahirkan inovasi-inovasi yang menjawab kebutuhan spesifik masyarakat setempat. Setiap desa dan kelurahan diharapkan memiliki keunggulan dan ciri khas inovasinya masing-masing.
“Lomba bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah momentum untuk melihat, mengukur, dan memperbaiki kekurangan kita. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan evaluasi ini, Posyandu kita menjadi semakin baik,” katanya.
Menutup sambutannya, Wabup Labuhanbatu menyatakan keterbukaan pemerintah daerah terhadap kritik, saran, dan rekomendasi yang akan diberikan oleh Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara. Masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Posyandu di masa yang akan datang.
Pemkab Labuhanbatu berkomitmen penuh untuk terus bergerak bersama membangun desa dan menata kota, dengan menempatkan pelayanan publik di Posyandu sebagai salah satu pilar utamanya.
Sementara itu, perwakilan Tim Evaluasi Posyandu Provinsi Sumatera Utara, Murni Sari, memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Desa Janji sebagai salah satu nominasi. Ia menjelaskan bahwa tahap penilaian lapangan ini merupakan kelanjutan dari evaluasi dokumen laporan yang sebelumnya dikirimkan oleh berbagai kabupaten/kota. Dari proses tersebut, tim penilai menyaring sembilan besar terbaik untuk dievaluasi secara langsung guna menentukan pemenang kategori kabupaten/kota.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dan capaian oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Labuhanbatu, Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi.
Turut hadir dalam acara penyambutan tersebut para Kepala Dinas Kadis Sosial, Kadis PMD, Plt. Kasatpol PP, Camat Bilah Barat, Ketua DWP Labuhanbatu , Kepala Desa Janji, kader-kader posyandu serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.(BSH).
