Ketua HMI Cabang Labuhanbatu Raya Khairil Hanif Nasution.(labuhanbaturaya.com/istimewa)
LABUHANBATURAYA.com- Bupati Labuhanbatu H. Erik Adtrada Ritonga di tantang debat terbuka, yang difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya.
Sedari awal kami sudah memberi surat audiensi untuk Bupati Labuhanbatu, namun tidak direspon. Alhasil kami turun kejalan sebagai bentuk olahraga gerakan.
Tujuan debat terbuka yang kami buat ialah sebenarnya untuk memberikan atensi kepada Bupati Labuhanbatu. Seyogyanya kehadiran Bupati Labuhanbatu sebenarnya adalah wujud dari komitmen dalam menampung aspirasi. Duduk bersama dengan mahasiswa ini adalah untuk meluruskan agar tidak lagi runtuh empatinya mahasiswa terhadap pemerintah daerah, kata Ketua HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Khairil Hanif Nasution kepada wartawan, Jumat (04/03/2022) di Rantauparapat.
Sebagai kontrol kehidupan sosial ditengah-tengah masyarakat, kami hadir untuk merefleksikan dan mengingatkan kembali Visi, Misi, dan Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu setelah dilantik hingga saat ini. Kami masih menunggu iktikad baik Bupati Labuhanbatu atas undangan debat terbuka dengan mahasiswa, terkhususnya HMI Cabang Labuhanbatu Raya. Sesuai dengan amanat Undang-undang No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum. Tanpa ada pembungkaman, intimidasi dan intervensi dari pihak manapun, sebut Hanif.
“Kami ini adalah anak-anak beliau (Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu) kami cinta dan sayang kepada mereka, kehadiran kami untuk bertemu dengan bapak dan ibu kami agar mengingat janji-janjinya kembali. Harapan kami kepada Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu agar dapat bertemu dengan kami anak-anaknya dirumah putih yang indah nan pesona, kata Ketua HMI Cabang Labuhanbatu Raya.
Hingga saat ini, dimana slogan “Era Maju Labuhanbatu” yang digaung-gaungkan saat berkampanye hingga saat ini itu masih hanya sebatas narasi, ujar Hanif.(BSH).
