Thomas Sukarianto Harahap mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang bersama bersama mahasiswa lainnya saat KKN.(labuhanbaturaya.com).
labuhanbaturaya.com- Di tengah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Asli Anak Labuhanbatu (AsAL), Sumatera
Utara, membawa sebuah gebrakan budaya yang unik.
Utara, membawa sebuah gebrakan budaya yang unik.Thomas Sukarianto Harahap, yang berasal dari keluarga bersuku Batak, menjadi inisiator gerakan “Mambangkik Batang Tarandam” di Nagari Jopang Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat lokasi KKN-nya.
Gagasan yang secara harfiah berarti “membangkitkan nilai budaya yang terendam” ini diusung Thomas setelah melihat adanya potensi budaya Minangkabau yang kaya namun mulai ditinggalkan oleh generasi muda setempat.
Sebagai mahasiswa UIN Imam Bonjol yang mendalami nilai-nilai keislaman dan budaya, Thomas merasa terpanggil untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut serta melestarikan kearifan lokal di tempat ia mengabdi, meskipun ia bukan berasal dari suku Minang.
“Saya memang seorang suku Batak dari Labuhanbatu, namun ilmu dan kepedulian itu tidak mengenal suku. Selama kuliah di Padang, saya jatuh cinta pada kekayaan falsafah Minangkabau yang selaras dengan nilai-nilai universal,” ujar Thomas, Jum’at (01/08/2025).
“Di sini, saya melihat banyak ‘nilai-nilai budaya yang telah terkubur’, seperti seni tradisi dan permainan anak Nagari yang perlu kita angkat kembali ke permukaan agar tidak hilang ditelan zaman”.
Bersama rekan-rekan mahasiswa KKN lainnya, Thomas merancang serangkaian program yang bertujuan membangkitkan kembali semangat budaya tersebut. Mereka mengaktifkan kembali sanggar seni yang lama tak terurus, mengadakan lokakarya Silek (silat) untuk para remaja.
Puncaknya adalah sebuah alek gadang (festival) rakyat yang menampilkan seluruh potensi budaya yang telah mereka latih bersama para pemuda dan anak-anak nagari.
Inisiatif Thomas ini mendapat apresiasi penuh dari Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, S.H., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat Nagari, serta para niniak mamak (petuah adat Nagari Jopang manganti).
Menurut Wali Nagari Jopang Manganti, semangat yang dibawa Thomas menjadi pemantik bagi warga, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap warisan leluhur mereka. “Ini adalah contoh nyata bagaimana KKN bisa memberikan dampak langsung.
Semangat Thomas, seorang ‘anak seberang’, telah menyadarkan kami untuk lebih giat merawat identitas budaya kami,” ujarnya.
Thomas Sukarianto Harahap menjadi bukti nyata bahwa semangat pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama yang melintasi batas-batas etnis dan geografis. Ia menunjukkan bahwa semangat keindonesiaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata menghargai dan merawat keberagaman budaya di mana pun kita berada.(BSH).
