Menata Kota, Membangun Desa. Sebuah Pembuktian, Bukan Sekadar Slogan
Sebagai mahasiswa yang memegang fungsi social control, sikap skeptis terhadap janji politik adalah hal yang wajar. Kami terbiasa mengkritisi, mempertanyakan, dan menuntut bukti. Namun, sebagai insan akademis, kami juga diajarkan untuk objektif: jika ada kinerja yang buruk kami kritisi, tetapi jika ada prestasi nyata, wajib hukumnya untuk kami apresiasi.
Melihat perkembangan Kabupaten Labuhanbatu di penghujung tahun 2025 ini, khususnya di bawah kepemimpinan Bupati dr.Hj.Maya Hasmita, Sp.OG.,MKM. saya melihat sebuah anomali positif. Tagline “Menata Kota, Membangun Desa” yang awalnya terdengar seperti jargon kampanye biasa, kini mulai mewujud menjadi entitas fisik yang bisa dirasakan manfaatnya.
Transparansi adalah Kunci
Penganugerahan predikat Badan Publik Informatif dalam KIP Award 2025 tingkat Sumut bukan prestasi remeh. Bagi kami mahasiswa, transparansi adalah pintu gerbang good governance. Penghargaan ini menjawab keraguan publik bahwa Labuhanbatu kini dikelola dengan akuntabilitas tinggi. Ini adalah fondasi penting dalam aspek “Menata Kota” dari sisi birokrasi.
Wajah Kota yang Manusiawi
Secara visual, Rantauprapat telah berubah. Pembenahan di titik krusial seperti Simpang Adipura dan Jalan Baru Bypass menunjukkan kepekaan pemerintah terhadap kenyamanan warganya. Revitalisasi Taman Binaraga dan Gedung Kesenian juga menjadi bukti bahwa Bupati Maya paham kebutuhan masyarakat, khususnya anak muda akan ruang publik yang layak dan kreatif. Kota ini mulai terasa lebih “hidup” dan tertata.
Pemerataan hingga ke Desa
Namun, apresiasi tertinggi saya berikan pada implementasi “Membangun Desa”. Penghargaan Widya Darma Pratama 2025 menjadi bukti bahwa pembangunan tidak melulu soal aspal dan beton, tapi juga soal sumber daya manusia. Fokus Bupati pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di pelosok desa adalah investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai ketimpangan antara desa dan kota.
Harapan Kami mahasiswa asal labuhanbatu yang menimbah ilmu di provinsi orang.
Kepada Ibu Bupati dr.Hj.Maya Hasmita, Sp.OG.,MKM., kami ucapkan selamat. Di tangan “Bunda”, Labuhanbatu perlahan menemukan arahnya kembali. Namun ingat, penghargaan bukanlah garis finis. Ini adalah standar baru yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Kami, mahasiswa Labuhanbatu, siap bersinergi dan mengawal visi ini. Teruskan kerja nyata ini, karena masyarakat tidak butuh janji manis, melainkan bukti logis.
Labuhanbatu Cerdas, Labuhanbatu Bersinar!
Oleh: Thomas Sukarianto Harahap
(Mahasiswa Asal Labuhanbatu)
