labuhanbaturaya.com- Masjid Raya Al Mashun Medan tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah dan simbol sejarah, tetapi juga memiliki area pemakaman dengan ketentuan khusus. Kompleks pemakaman ini memiliki nilai historis tinggi karena menjadi tempat peristirahatan tokoh-tokoh penting Kesultanan Deli.
Pengurus BKM Masjid Raya Al Mashun Medan, Hamdan, Selasa (06/01/2026) menjelaskan bahwa kawasan pemakaman di lingkungan masjid dibagi menjadi dua bagian. Area yang berada di dalam pagar masjid diperuntukkan bagi sultan-sultan Deli, keluarga kesultanan, serta individu-individu tertentu yang dianggap berjasa. Kelompok yang disebut sebagai “orang-orang pilihan” tersebut umumnya adalah para ulama yang telah mengabdikan diri di Masjid Raya, mengajarkan ilmu keagamaan, serta membimbing masyarakat, sehingga memperoleh penghormatan dari Kesultanan Deli.
Selain ulama, tokoh-tokoh penting Kesultanan Deli yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat dan pemerintahan juga dimakamkan di kawasan ini. Penetapan siapa yang dimakamkan sepenuhnya menjadi kewenangan kesultanan. Di area tersebut terdapat makam sultan-sultan Deli yang diberi penomoran, mulai dari sultan ke-9 hingga sultan ke-13. Sultan Deli ke-9, Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah, yang merupakan pendiri Masjid Raya Al Mashun, dimakamkan di dalam kompleks masjid.
Sementara itu, pemakaman yang berada di luar pagar masjid diperuntukkan bagi masyarakat umum. Meskipun bersifat umum, proses pemakaman tetap harus memperoleh izin dari pihak kesultanan karena lahan tersebut merupakan tanah wakaf Kesultanan Deli. Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pengelolaannya, mengingat tanah wakaf tidak bertambah sementara jumlah pemakaman terus meningkat. Oleh karena itu, pengelolaan dilakukan secara selektif, termasuk dengan menumpangkan makam pada makam keluarga yang telah lama ada apabila diperlukan.
Keberadaan kawasan pemakaman di Masjid Raya Al Mashun tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga menjadi ruang pelestarian nilai sejarah, pengabdian, dan kehormatan dalam perjalanan Kesultanan Deli.(BSH).
