Limbah dapur SPPG II jalan Asrol Adam Lingkungan Beringin Kelurahan Sioldengan tampak tergenang dan tidak mengalir.(labuhanbaturaya.com)
labuhanbaturaya.com- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dapur Satuannya Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG II) yang terletak di jalan Asrol Adam, Lingkungan Beringin Kelurahan Sioldengan kecamatan Rantau Selatan kabupaten Labuhanbatu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipertanyakan.
Warga di Jalan Asrol Adam, Lingkungan Beringin Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap IPAL Dapur SPPG II MBG.
Masyarakat sekitar lingkungan beringin merasa resah dan mencium bau yang tidak sedap dengan limbah yang berasal dari Dapur SPPG II tersebut.
Beberapa warga menduga sistem IPAL di dapur SPPG II tersebut belum berfungsi secara optimal dalam mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.
Namun, untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, masyarakat meminta instansi berwenang melakukan pemeriksaan dan pengujian sesuai ketentuan yang berlaku, sebut Warga Lingkungan Beringin.
“Kami memahami pentingnya program nasional tersebut dalam meningkatkan gizi masyarakat. Namun, hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran juga harus menjadi perhatian serius pemerintah maupun pihak pengelola,” katanya.
Terkait pertanyaan mengenai instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di SPPG Sioldengan II itu sudah saya informasikan ke Yayasan dan pemilik dapur, khususnya terkait efisiensi, kesesuaian dengan standar lingkungan, serta keamanan pembuangan air limbah ke lingkungan/parit, untuk hal teknis tersebut boleh ditanyakan langsung saja kepada Bapak Husni Mubarok selaku pihak yang memahami dan menangani aspek teknis IPAL ini, kata Kepala SPPG II Kelurahan Sioldengan, Putri Balqis.
Sementara Ketua Yayasan Jamsan Peduli Ummat SPPG II Kelurahan Sioldengan, Husien Mubarak dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026) mengatakan, terkait dengan yang disampaikan, IPAL di dapur kami telah dibangun dan dioperasikan untuk mengelola limbah kegiatan dapur. Pengelolaan limbah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, serta kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan perbaikan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Apabila diperlukan, kami dari pihak yayasan/mitra yayasan dan juga melalui Bang Sukur selaku pemilik bangunan, kami siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pembinaan lebih lanjut terkait IPAL agar tidak menimbulkan dampak lingkungan. Demikian Pak, terima kasih atas perhatiannya, katanya.(BSH).
