Sekolah SDN 01 Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan.(labuhanbaturaya.com).
labuhanbaturaya.com – Pungutan liar (Pungli) mengatasnamakan uang perpisahan kembali terjadi dan mencoreng wajah dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu. Pungli kali ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan.
Salah satu orangtua murid yang meminta agar namanya tidak disebutkan, kepada labuhanbaturaya.com, Sabtu (6/6/2026) menceritakan, seluruh murid kelas VI (dua ruang kelas), masing-masing diminta untuk membayar uang perpisahan/pelepasan sebesar Rp 100.000,- ditambah uang sewa tratak 20.000,-. Dijadwalkan acara perpisahan/pelepasan dilaksanakan di halaman sekolah tersebut pada hari Sabtu (13/6/2026) mendatang.
“Setiap murid diminta membayar uang perpisahan sebesar Rp 100.000,- ditambah lagi untuk sewa tratak sejumlah Rp 20.000,- sehingga menjadi Rp 120.000,- yang harus dibayar. Memang tak seberapa nya jumlahnya bang, tapi saat ekonomi sulit seperti sekarang ini ditambah lagi yang harus dipikirkan, anak kita kan mau melanjutkan pendidikannya ke SMP atau MTs, sukur-sukur dapat sekolah negeri bang, kalau tak dapat di negeri mau tak maulah bang, sekolah di swasta anak awak, biayanya kan lebih mahal bang, taulah abang nggak semuanya orangtua murid ini berada dan mampu bang,” kata orangtua murid tersebut.
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 01 Rantau Selatan, Ade Mayrika Hutagalung, melalui WhatsApp, Sabtu sore (6/6/2026), dia membantah.
“Maaf pak saya tidak pernah ada perintahkan siapapun untuk pengutipan uang apalagi untuk perpisahan kelas 6. Tolong konfirmasi kembali kepada orangtua yang menyampaikan informasi tersebut tentang kebenarannya,” tulis Ade Mayrika Hutagalung dalam pesan WhatsApp-nya.
Awalnya Kepsek SDN 01 Rantau Selatan itu mengatakan bahwa dia tidak mengetahui sama sekali tentang adanya rencana kegiatan perpisahan para muridnya di sekolah. “Saya tidak tau pak, karena saya tidak pernah perintahkan pengutipan apapun apalagi untuk perpisahan,” ujarnya.
Setelah ditanyakan lagi, selaku Kepala Sekolah koq bisa dia tidak mengetahui adanya rencana acara perpisahan/pelepasan murid-murid kelas VI yang akan dilaksanakan di sekolahnya pada Sabtu (13/6/2026) mendatang, Ade Mayrika menjawab, “Saya tau pak ada acara pelepasan tapi sedikit pun kami pihak sekolah tidak pernah ikut campur dalam hal tersebut, itu semua di handle oleh orang tua murid dan komite sekolah. Karena mereka ingin membuat acara berkesan terakhir untuk anak-anak mereka setelah kelulusan SD, silahkan bapak konfirmasi lagi dengan orang tua yang menyampaikan informasi tersebut, karena dari beliau bapak dapat informasinya kan?”
Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan SH, yang dikonfirmasi tidak menjawab.(DBas).
