Pengurus DPP IKALABAYA Indonesia, Atiek Kion (kiri) disaksikan jajaran pengurus menguatkan rasa empati dan solidaritas sesama perantau asal Labuhanbatu Raya menyerahkan santunan uang duka tahap kedua kepada Rumiyah (kanan) istri almarhum tokoh Labuhanbatu Adam Effendi Siagian, di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa (25/8/2026). Labuhanbaturaya.com / IKALABAYA Indonesia
LABUHANBATURAYA.com, JAKARTA – Di tengah riuk dan kerasnya kehidupan ibu kota, kepedulian terhadap sesama perantau kembali teruji. Pengurus DPP Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (IKALABAYA) Indonesia memperlihatkan kuatnya tali solidaritas sosial dengan menyerahkan santunan uang duka tahap kedua kepada Rumiyah, istri almarhum tokoh perantau Labuhanbatu, Adam Effendi Siagian (68) bin Harun Siagian.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, ini menjadi bukti nyata komitmen paguyuban dalam menjaga nilai persaudaraan. Almarhum Adam Effendi Siagian tutup usia di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8/2026) lalu setelah berjuang melawan sakit.
Sebelumnya, penggalangan dana dan bantuan tahap pertama telah disalurkan langsung di rumah duka, kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, guna membantu proses pengurusan jenazah hingga pemakaman.
Pengurus DPP IKALABAYA, Atiek Kion, memberikan bantuan tahap kedua kepada istri almarhum, Rumiyah.
“Donasi tahap kedua ini merupakan wujud gotong royong yang dihimpun dari pihak keluarga almarhum di Rantauprapat serta kepedulian para anggota dan simpatisan IKALABAYA di perantauan,” kata Atiek Kion saat menyampaikan langsung bantuan kepada Rumiyah di Kota Tua Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Aksi kemanusiaan ini disaksikan langsung oleh jajaran pengurus pusat, mewakili Ketua Umum DPP IKALABAYA Effendi Baharudin, di antaranya Ketua Dewan Pembina DPP IKALABAYA Rustam Endy, Ketua Dewan Pengawas Iwan Azwar, Bendahara Umum Adlin Siregar, serta M. Ridwan Effendy (Fashe).
“Kita kehilangan seorang tokoh, sahabat, dan sesama perantau. Semoga almarhum husnul khatimah,” ujar Rustam Endy.
Lebih lanjut Endy menyoroti pentingnya merawat kepedulian sosial di tanah perantauan dan berharap IKALABAYA terus mengedepankan empati serta rasa kekeluargaan bagi seluruh putra-putri Labuhanbatu Raya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pengawas IKALABAYA, Iwan Azwar, mengapresiasi tinggi solidaritas para dermawan dan anggota yang telah bergerak cepat sejak almarhum dirawat di rumah sakit hingga pemakaman.
“Solidaritas dan rasa sosial yang tinggi ini adalah modal dasar kita. Sesuai jargon IKALABAYA, ‘Berserak Kita Satukan’, kepedulian seperti inilah yang menyatukan masyarakat Labuhanbatu Raya di manapun berada,” tegas Iwan.
Melalui aksi sosial ini, IKALABAYA menegaskan bahwa perantau tidak pernah berjalan sendiri—duka satu warga adalah duka bersama seluruh keluarga besar Labuhanbatu Raya. [pak]
