Kabut asap yang terlihat kota Rantauprapat kabupaten Labuhanbatu.(labuhanbaturaya.com)
RANTAUPRAPAT, labuhanbaturaya.com– Situasi kabut asap terlihat di wilayah kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara menyampaikan bahwa kualitas udara di wilayah Labuhanbatu, Rabu 14 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada tanggal 14 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, terdeteksi asap di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Hasil pemantauan citra satelit pada sebaran titik panas (hotspot) di Sumatera Utara pada tanggal 13 Oktober 2026, tidak terdapat titik panas di wilayah Sumatera Utara.
Hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit, menunjukkan pada tanggal 14 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB terjadi penurunan jarak pandang
menjadi berkisar antara 1 – 4 Km. Berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) di Sumatera Utara berada pada kategori sedang – tidak sehat.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak kabut/asap diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara berkabut atau jarak pandang menurun. Apabila
memerlukan kegiatan di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker yang sesuai.
Para Kepala Daerah juga diimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD, TNI, POLRI setempat untuk terus
mengikuti informasi yang disampaikan oleh Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui media sosial.
Masyarakat Labuhanbatu Diminta Tetap Waspada
Masyarakat Labuhanbatu diimbau tetap waspada dan memperhatikan perkembangan kondisi udara, terutama apabila asap semakin tebal, jarak pandang menurun.
Kabut asap yang terlihat di kota Rantauprapat kabupaten Labuhanbatu, apakah ada sudah ditemukan kasus ISPA di Labuhanbatu.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Labuhanbatu, Tuti Nofrida Ritonga , Rabu (14/10/2026) melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Rosmaidayani Hasibuan, tadi konfirmasi dulu ke pengelolah kegiatannya dari data yang kami peroleh dari beberapa rumah sakit, hanya berbeda sedikit saja dari bulan sebelumnya tidak ada yang signifikan dari data bulan sebelumnya, trims, katanya.(BSH).
