Ika Bina En Pabolo

Alumni ITM Bakal Gelar Reuni dan Silaturahmi Akbar

"Setidaknya Kita Pernah Satu Kampus, Silaturrahmi Tetap Terjaga".

LABUHANBATURAYA.com | Perkumpulan Alumni Institut Teknologi Medan (PA ITM) merupakan paguyuban dan wadah tempat berkumpulnya para alumni terbentuk tahun 2015 yang berawal dari inisiasi alumni yang tinggal di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) kini memasuki periodesasi kepengurusan kedua dibawah kepemimpinan Budi Adi Dharma Siregar, ST.

Untuk mewujudkan petertemuan besar atau Reuni Akbar para alumni dan mahasiswa ITM, digawangi Bidang Keanggotaan dan Organisasi PA ITM, Syawaludin Nasution, ST, mengatakan organisasi PA ITM berada di luar ITM dan bersifat independen tanpa terpengaruh kondisi ITM saat ini.

“Salah satu program bidang keanggotaan dan organisasi adalah melaksanakan Reuni Alumni ITM dengan tujuan tetap menyambung tali silatirrahmi sesama alumni ITM yang seyognya akan dilakukan ditahun 2020, namun karena kondisi pandemi Covid-19 mewabah dunia bahkan Indonesia, maka kegiatan tersebut diundur. Alhamdulillah tahun 2022 wabah pandemi semakin menurun seiring dengan telah dimaksimalkannya program vaksin bahkan sampai level vaksin boster, Reuni Akbar ITM akan digelar pada Sabtu 14 Mei 2022,” ungkap Syawaludin kepada media di Medan, Selasa (10/5/2022).

Syawaludin berharap panitia yang tengah mempersiapkan Reuni Akbar ITM dapat memaksimalkan waktu yang tinggal beberapa hari lagi.

“Berjalannya waktu dengan kekgigihan dan kerja keras panitia, sampai saat ini telah terkumpul dana dan tercatat calon peserta yang akan mengikuti kegiatan ini.
Kami sadari bahwa sampai saat ini kami masih sangat banyak membutuhkan dana agar kegiatan ini bisa lebih terjamin dalam pelaksanaannya dan kami sangat berharap semoga para alumni yang berada di sekitar medan bahkan yang tersebar di wilayah Indonesia untuk dapat tergerak hatinya untuk bisa ikut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” papar Syawaludin.

Reuni Akbar ITM yang mengusung tema “Setidaknya Kita Pernah Satu Kampus, Silaturrahmi Tetap Terjaga”, akan digelar di Taman Cadika Pramuka Medan, Jalan Karya Wisata, Kota Medan, Sabtu 14 Mei 2022, guna terus menjalin dan memperkokoh sesama alumni dalam suatu emosional menuju kiprah dalam derap langkah seirama mewujudkan kemajuan dan mensinergikan profesi alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

“Alumni ITM sebagai bagian dari kaum inteletual bangsa, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam perjalanan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Peran dan partisipasi aktif ini idealnya terlihat dalam dunia kerja, dunia pendidikan dan dunia usaha serta aktifitas sosial kemasyarakatan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Reuni Akbar Alumni ITM, Sahrial Hasibuan usai menggelar rapat panitia Reuni Akbar Alumni ITM, di Medan, Ahad (8/5/2022).

Ketua Organizing Committee Reuni Akbar ITM, Sahrial Hasibuan yang juga Koordinator Daerah Perkumpulan Alumni (PA) ITM, dalam rapat panitia Reuni Akbar Alumni ITM dihadiri Syawaludin Nasution, dan panitia reuni di antaranya, Wakil Ketua Muliamin, Sekretaris Muhammad Fadlan Siregar, dan Bendahara Rina Saraswaty, untuk merampungkan persiapan agenda Reuni Akbar Alumni ITM.

Dengan landasan Tri Darma Perguruan Tinggi, Surat Keputusan No : 012/SK-Pan_Reuni/DPN/PA-ITM/II/2022, para alumni dan mantan mahasiswa ITM diharapkan menghadiri Reuni dan Silaturahmi Akbar ini dengan melakukan pendaftaran melalui link pendaftaran: https://form.gle/FbRQyMQowrd8EzYy8 dan mengupload bukti transfer pembayaran.

Untuk pendaftaran ofline dapat mendatangi langsung Sekretariat Panitia di Jalan Saudara Ujung No. 207 Medan, Simpang Limun, atau pada saat pelaksanaan acara di Taman Cadika Pramuka Medan, Jl. Karya Wisata, Medan Johor. Untuk biaya konsumsi dan seluruh rangkaian kegiatan Reuni Akbar sebesar Rp200 ribu untuk dua orang (pasangan) melalui transfer ke rekening BCA, a/c. 8375103024, atasnama Rina Saraswaty.

“Sampai hari H kami masih membuka pintu bagi alumni ITM untuk mendaftar dan hadir di acara dari kita untuk kita dalam menyambung silaturahmi yang dulu kita pernah sama-sama kuliah di satu kampus,” ucap Rina Saraswaty.

Sebelumnya, Ketua Senat Mahasiswa (sekarang BEM – Badan Eksekutif Mahasiswa) pertama Institut Teknologi Medan (ITM) periode 1991 – 1992, Syafruddin, ST, mengatakan Alumni ITM merupakan fosil-fosil yang menjadi sejarah kelam pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, yang tidak pernah mendapat pembelaan dari Pemerintahan Provinsi, kalangan akademis bahkan politisi untuk mempertahankan kampus ITM sebagai rumah ilmu dan memikirkan nasib mahasiswanya.

“Polemik Yayasan Dwi Warna yang berkepanjangan dan berakhir dibekukannya aktivitas Civitas Akademika menghantarkan mahasiswa ITM harus hengkang dari kampus, berhamburan ke PTS yang bersedia menerima Mahasiswa yang sedang menuntut ilmu,” kata Syafruddin.

Syafruddin yang dikenal sebagai motivator pergerakan mahasiswa era Orde Baru (Orba) itu mengatakan, tidak hanya mahasiswa dan keluarganya yang dirugikan akibat bubarnya kampus ITM tapi juga alumni sangat terpukul.

“Mahasiswa dan keluarganya sangat dirugikan atas kejadian ini. Bagi alumni ITM juga sangat terpukul karena kampus yang di cintai sudah tiada. Kini Alumni ITM jadi seperti fosil-fosil dari sejarah pendidikan di Indonseia dan khususnya di Medan Sumatera Utara,” ungkap Syafruddin saat mahasiswa sangat dekat dengan almarhum Ketua Yayasan Dwi Warna pemilik Kampus ITM, Masri, BA.

Mengenai agenda Reuni dan Silaturahmi Akbar, Syafruddin sangat mendukung dan optimis akan ada semangat baru para alumni.

“Reuni dan Silaturahmi Akbar ITM menjadi momentum bagi alumni yang pernah mengecap pendidikan di ITM dan InsyaAllah bisa menjadi awal yang baik dan menjadi semangat baru dalam membangun kebersamaan sesuai tema reuni. Atau sebaliknya, barangkali ajang silahturrahmi yang akhir? Saya ucapkan semangat baru, semoga Reuni ITM berjalan lancar dan sukses,” ucap Syafruddin.(rel)